jarang sih ngeblog pake bahasa. Biar internasional aja sih sebenernya. he.
Sebenarnya juga buat istirahat sebentar. Semua hal butuh jeda kan? ya bisa dibilang begitu.
Sedikit menoleh ke arah yang jarang dilihat, mungkin bisa mendatangkan hal yang baru dan baik.
Kemarin, gak sengaja merenung dari kejadian-kejadian yang sedikit memilukan itu. Banyak orang mengartikan ayat Quran yang,
"orang baik, akan bertemu dengan yang baik. begitu pula sebaliknya"
Kemudian, gue bandingkan dengan apa yang gue alami. Sejauh ini, gue selalu melakukan hal-hal yang baik, untuk dia. Mencintai sepenuh hati, tersenyum bahagia, apapun itu secara sadar ataupun tidak, seluruhnya terlaksana dengan sangat tulus.
Lalu kenapa, gue yang melakukan hal-hal baik itu malah mendapatkan balasan yang tidak sebanding dengan kata baik itu sendiri. Taukah kalian?
Kita mempunyai persepsi yang sangat menjeneralisasikan makna Baik. Padahal....
- Orang yang melakukan hal baik, belom tentu baik-baik. Mungkin karna itu, Tuhan ingin membaikkan kita. Dengan cara tersirat. Agar kita mencari, memahami, kenapa kita belum menerima balasan yang baik-baik.
"Baik belum tentu Baik-baik. Jika ia tidak baik tapi membaikkan kamu, itu juga Baik."
Sekarang, pasti kalian bertanya. Bagaimana jika orang yang tidak baik-baik ternyata dia mendapatkan balasan yang sangat baik-baik?
Jawabannya, karna dia orang yang baik. Dia membaikkan kamu. Dan juga...
"Tuhan ingin membaikkan dia yang tidak baik-baik. Agar tersentuh hatinya untuk berubah dan melakukan hal yang baik-baik."
Kesimpulannya : Semua ini adalah pembelajaran. Dimana kita harus bisa lebih baik lagi untuk diri kita sendiri. Bagaimanapun, mau tidak maupun kita pasti tetap berfikir tentang diri kita sendiri. Masalahnya kita sangat sering mengabaikan dan terus menghalau keinginan kita untuk menjadi lebih baik.
Karna kita hanya berfikir sesuatu yang membuat kita terpuruk.
Padahal, masa depan selalu menunggu kita dengan keaadan yang cerah dengan senyuman. Tapi kita selalu menyeret kegelapan dari masalalu.
"Tutuplah matamu sejenak, kenanglah gelapnya masalalu itu hanya dalam pejaman mata. Ketika kau buka matamu, dunia sangat terang dengan kebahagiaannya, bernafaslah dengan dalam dan buang udara-udara pahit yang menghantuimu. Hormati cerah indahnya masa depan mu dengan senyuman. Katakan dan lakukanlah pada diri kita, Kita harus selalu tersenyum, menghadapi tangisan yang datang. Kita harus melangkah ke depan dengan senyuman, agar tangisan tertinggal jauh dibelakang sana. Kita harus Maju. "
Selamat Melangkah
No comments
Post a Comment